Jawaban and soal

Jawablah soal di bawah ini dengan singkat dan tepat kemudian silakan di posting ke web blog masing-masing !

1.             Jelaskan syntax dasar penulisan kode script html !
2.             Apa keuntungan menggunakan frame work pada saat pembuatan aplikasi berbasis web !
3.             Berikan contoh aplikasi web server dan jelaskan masing-masing perbedaanya !
4.             Bagaimana cara membuat database baru pada phpmyadmin !
5.             Tuliskan script php sederhana dengan tampilan sebuah formulir pendaftaran !
6.             Jelaskan tentang Xampp dan Wamp !
7.             Jelaskan apa yang kamu ketahui tentang prototype !
8.             Sebutkan tahapan 7 layer OSI secara urut !
9.             Jelaskan langkah import file .sql pada phpmyadmin !
10.         Sebutkan contoh pesan peringatan kesalahan visual pada saat coding !
Jawaban
1.)
<a>
Mendefinisikan tag anchor. Digunakan untuk membuat link ke dokumen lain menggunakan atribut herf dan juga untuk membuat bookmark dokumen mengunakan atribut name.
Contoh
?
1
2
3
<body>
<a href=http://www.google.com”>kunjungi website google</a>
</body>

<b>
Digunakan untuk mencetak tebal suatu teks.
Contoh:
?
1
<b>teks tercetak tebal (bold)</b>

<body>
Digunakan untuk mendefinisikan badan html, yang didalamnya merupakan tempat untuk meletakan elemen-elemen html lainnya, seperti gambar, teks, table, form, dll
Contoh:
?
1
2
3
4
5
6
7
8
<html>
<head>
<title>judul web</title>
</head>
<body>
<!-ini adalah bagian badan tempat anda menuliskan kode-->
</body>
</html>

<br>
Digunakan untuk menyisipkan sebuah baris(ganti baris)
Contoh:
?
1
2
3
4
5
6
<body>
Salah satu aplikasi internet adalah web

Html adalah kode dasar untuk membuat web

</body>

<center>
Digunakan untuk menampilkan teks ditengah halaman 
Contoh:
?
1
<center> teks ini akan tampil ditengah halaman</center>

<div>
Digunakan untuk mendifinisikan bagian dari sebuah halaman web. Seringkali digunakan untuk mengelompokan elemen-elemen HTML dengan format style tertentu.
Contoh:
?
1
2
3
4
<div style=’color:#ff0000”>
<h3>ini merupakan judul</h3>
<p>ini merupakan paragraph</p>
</div>

<form>
Digunakan untuk mendifinisikan sebuah form masukan dari pengguna
Contoh:
?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
<form action=”action.php” method=”get”>
Nama:  <input type=”text” name=”f_nama”/>


email:  <input type=”text” name=”f_email”/>


<input type=”submite” value=’simpan”/>
</form>

<h1> sampai dengan <h6>
Digunakan untuk mendinisikan bagian atas (heading) teks. Dimulai dari ukuran besar<h1> hingga ukuran kecil<h6>
Contoh:
?
1
2
3
4
5
6
<h1> HTML adalah kode dasar membuat web</h1>
<h2> HTML adalah kode dasar membuat web</h2>
<h3> HTML adalah kode dasar membuat web</h3>
<h4> HTML adalah kode dasar membuat web</h4>
<h5> HTML adalah kode dasar membuat web</h5>
<h6> HTML adalah kode dasar membuat web</h6>

<head>
Digunakan untuk mendifinisikan bagian atas(head) sebuah dokumen html. Bagian ini biasanya digunakan untuk mendifinisikan tag <base>, <link>, <meta>, <script>, <style>, dan <title>.
Contoh:
?
1
2
3
<head>
<title>judul web</title>
</head>

<hr>
Digunakan untuk mendifinisikan sebuah garis horizontal dalam halaman html
Contoh:
?
1
2
Salah satu aplikasi internet adalah web<hr>
Html adalah kode dasar untuk membuat web

<i>
Digunakan untuk mencetak miring suatu teks.
Contoh:
?
1
<i>teks tercetak miring(italic)</i>

<p>
Digunakan untuk membuat paragraph baru.

<select>
Digunakan untuk mendinisikan daftar pilihan
Contoh:
?
1
2
3
4
5
6
<select>
<option value=”detik”>detik</option>
<option value=”viva”>vivanews</option>
<option value=”glodokshop”>glodok shop</option>
<option value=”bhineka”>Bhineka</option>
</select>

<Strong>
Digunakan untuk mempertegas tampilan suatu teks.
Contoh:
?
1
Kode dasar untuk membuat web adalah <strong>HTML</strong>

<Style>
Digunakan untuk mendifinisikan informasi style pada dokumen html
Contoh:
?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
<head>
<style type=”text/css”>
Span.blue {color:lightskyblue;
Font-weight:bold}
</style>
</head>
<body>
Kode dasr untuk membuat web adalah <span class=”blue”>HTML</span>
</body>

<table>
Digunakan untuk membuat table dalam halaman web.
Contoh:
?
1
2
3
<table border=”1”>
<caption>daftar situs</caption><tr>
<th>berita</th>

<title>
Digunakan untuk mendifinisikan judul pada dokumen html.
Contoh:
?
1
2
3
<head>
<title>judul web</title>
</head>

<u>
Digunakan untuk menambahkan garis bawah suatu teks
Contoh:
?
1
<u>teks bergaris bawah(bold)</u>

<ul>
Digunakan untuk membuat daftar yang tak berurut(unordered list) menggunakan symbol bullets.
Contoh:
?
1
2
3
4
<ul>
<li>webpribadi</li>
<li>blog</li>
<li>facebook</li>
</ul>
2.)
  1. Menghindari Pekerjaan Berulang
    Membangun berbagai macam fitur dari sebuah website lumayan memakan waktu, terlebih jika kita membangunnya sendiri. Banyak fitur-fitur yang dinilai sering dipergunakan berulang kali seperti Session, abstraksi database, penanganan cookie, dan sebagainya. Tentu saja merepotkan jika harus membuat ulang kembali code-code tersebut untuk berbagai macam proyek website yang berbeda. Biasanya teman-teman akan memburu banyak code dan library dari pihak ketiga. Terkadang code-code yang bersifat umum seperti itu juga sudah tertanam dan dimiliki oleh sebuah framework. Sehingga akan lebih mudah untuk digunakan, daripada harus membangunnya dari awal ataupun mencari-cari baris code dari pihak ketiga layakanya jika kita mengembangkan aplikasi murni dari PHP.
  2. Keamanan
    Keamanan adalah sebuah hal yang penting dalam pengembangan suatu website ataupun sistem informasi berbasis web. Terlebih lagi jika website tersebut menyimpan berbagai macam data yang bersifat confidential. Keamanan sendiri merupakan hal yang terus berkembang. Banyak riset yang telah dilakukan baik untuk menemukan celah baru dari sistem keamnan maupun penutup celah tersebut. Mengikuti perkembangan keamanan aplikasi di PHP cukup melelahkan dan juga menyita banyak waktu. Apalagi bagi seorang single developer, sudah lelah dibuat dengan berbagai macam permintaan fitur dari client masih ditambah lagi lelahnya mengurus website yang di hack. Sebuah framework biasanya hadir dengan fondasi yang kuat dalam penanganan ancaman keamanannya, serangan-serangan yang bersifat secara umum sering kali sudah di antisipasi oleh framework-framework versi terbaru. Setidaknya kita tidak perlu secara manual menambahkan fungsi-fungsi penyaringan untuk melindungi situs dari serangan yang tertentu.
  3. Interoperability
    PHP merupakan bahasa pemrogramn open source. Dalam pengembangan aplikasi open source semacam ini perlulah dipastikan bahwa codebase yang teman-teman gunakan dipahami oleh banyak orang. Terlebih jika kedepannya urusan pemeliharaan website sebagai produk jadi yang telah anda kerjakan tidak dilakukan oleh anda melainkan dilakukan oleh orang lain. Dengan demikian, orang lain akan lebih mudah untuk berkontribusi terhadap proyek tersebut.
  4. Code Less
    Framework biasanya meringkas beberapa fungsi-fungsi yang bersifat umum seperti create, read, update, delete menjadi sebuah fungsi baru yang hemat code. Memang ada sedikit waktu diawal yang diperlukan untuk mempelajari fungsi-fungsi yang digunakan dalam sebuah framework, namun dalam pembelajaran tersebut ketika teman-teman dapat mencapai puncak kurva pembelajaran terhadap sebuah framework, baris code yang teman-teman gunakan akan jauh berkurang daripada menggunakan PHP murni. Selain itu pekerjaan teman-teman juga dapat lebih teratur karena konsitensi code yang disediakan oleh framework.
  5. Fast Development
    Terkait dengan poin keempat, semakin sedikit baris code yang mudah dipahami dan digunakan, tentu saja waktu pengembangan yang dibutuhkan akan cenderung berkurang. Terlebih lagi melihat poin ketiga, sebuah framework menjamin konsistensi dalam pengembangan aplikasi, fungsi-fungsi tertentu yang bersifat umum cenderung sudah baku bagi framework tersebut, hal ini juga akan mengurangi waktu untuk berkoordinasi dan bertanya hal yang terkadang kurang penting antar tim developer, karena kerangkanya relative mudah dipahami. Waktu yang teman-teman miliki sangatlah berharga. Dengan menggunakan framework untuk membantu pengembangan website, teman-teman tidak perlu lagi membuang waktu secara sia-sia untuk mengurusi hal-hal dasar di PHP.  Teman-teman bisa memikirkan proses bisnis dari aplikasi yang dikembangkan daripada terlalu fokus terhadap hal yang bersifat teknis.
  6. Hemat Biaya
    Masih tidak percaya bahwa penggunaan framework dapat menekan pengeluaran biaya daripada menggunakan native PHP atau membuat framework sendiri? Baiklah disini akan saya sebutkan beberapa alasan yang akan memperkuat poin keenam ini:
    • Biaya dokumentasi penggunaan
    • Biaya maintenance security
    • Biaya maintenance performa
    • Biaya dokumentasi API
    • Biaya maintenance bug
    • Dan masih banyak lagi biaya-biaya lainnya yang bisa muncul jika menggunakan native PHP.
  7. Dukungan Komunitas
    Dapat berbagi pengetahuan dan juga berdiskusi dengan pengembang lain baik dari dalam maupun luar negeri tentu saja merupakan suatu hal sangat bermanfaat. Beberapa framework PHP yang sudah terkenal biasanya sudah memiliki basis komunitasnya tersendiri. Disinilah tempat kita dapat belajar dengan mudah, dan menyelesaikan sebuah permasalahan bersama daripada harus bingung terhadap source code yang kita kembangkan sendiri jika menggunakan native PHP yang orang lain juga belum tentu paham dan mengerti maksud dari masalah yang kita hadapi.
  8. Work Opportunity
    Tidak sedikit perusahaan yang sudah banyak menggunakan framework untuk mengembangkan website yang dimilikinya. Hal ini terlihat jelas dari berbagai macam keuntungan seperti pemeliharaan yang mudah, hemat biaya, dsb. Tidak ada ruginya mempelajari beberapa framework pengembangan website yang berbeda. Selain waktu belajar yang dibutuhkan tidak terlalu lama karena dokumentasi dari sebuah framework biasanya sudah lengkap tentu saja hal tersebut juga membuka peluang kerja tersendiri bagi teman-teman dan juga dapat meningkatkan kualifikasi anda sebagai web developer.
3.)
1. Web Server
Web server adalah sebuah perangkat lunak yang dipasang pada server yang berfungsi untuk menyediakan layanan permintaan data dengan protocol https atau http yang dapat diakses dengan menggunakan browser. Cara kerjanya secara sederhana adalah web server akan merespon permintaan yang ada dengan mengirimkan konten tersebut kembali dalam bentuk gambar, tulisan atau bentuk lainnya. Kemudian akan ditampilkan pada browser.
2. Fax Server
Pengertian dan Macam-Macam Jenis Server di Dunia Komputer yang kedua adalah Fax Server. Sesuai dengan namanya, server ini digunakan untuk melayani kebutuhan Fax bagi client. Fax server ini akan membuat semua sistem penerimaan dan pengiriman fax akan melaluinya. Selain itu, biasanya sebuah fax server telah dilengkapi dengan modem untuk mendukung fax server ini.
3. FTP Server
FTP server adalah Pengertian dan Macam-Macam Jenis Server di Dunia Komputer yang ketiga. Server ini memiliki protocol FTP yang dapat dilakukan sebagai protocol untuk transfer data.
4. Mail Server
Sesuai dengan namaya. Mail server ini memiliki fungsi untuk melayani client khususnya dalam hal berkirim surat. Surat surat yang ada pun akan disimpan di dalam server mail tersebut pula. Selain menyediakan layanan untuk berkirim surat, mail server ini juga menyediakan layanan pelengkap lainnya seperti web interface dimana layanan ini dapat memudahkan client untuk mengorganisir atau menulis surat yang dimiliki oleh client.
5. File Server
Pengertian dan Macam-Macam Jenis Server di Dunia Komputer selanjutnya adalah File Server. File server dapat diartikan sebagai sebuah komputer yang berfungsi untuk menampun sejumlah data yng dimiliki oleh client yang bersangkutan. Biasanya, kapasitas yang dimiliki oleh server ini juga bergantung pada HDD yang ada pada server tersebut.
6. Game Server
Game server merupakan server yang digunakan untuk pusat untuk menghubungkan antar pemain (client) dengan pemain yang lainnya. Game server ini selain merupakan server tersendiri, bisa juga didirikan dari komputer client yang bermain game tersebut.
7. DNS Server
Pengertian dan Macam-Macam Jenis Server di Dunia Komputer ketujuh adalah Domain Name System atau DNS Server. Server ini memiliki fungsi untuk menerjemahkan informasi nama host atau domain menjadi sebuah alamat IP.
8. Proxy Server
Proxy server merupakan sebuah server yang dapat berfungsi sebagai komputer lainnya untuk melakukan permintaan untuk content dari sebuah intranet atau internet.
9. Database Server
Pengertian dan Macam-Macam Jenis Server di Dunia Komputer ini melayani client yang membutuhkan sebuah layanan untuk menyimpan database. port yang digunakan untuk Database Server biasanya 3306 ( Mysql ) dan 5432 ( PgSQL ).
10. Print Server
Server ini merupakan sebuah pusat layanan untuk kegiatan percetakan atau print untuk client. Print Server Client ini merupakan salah satu Pengertian dan Macam-Macam Jenis Server di Dunia Komputer yang ada.
11. Server aplikasi
Server ini bertugas menjalankan aplikasi tertentu yang menyediakan sumber dayanya untuk dapat diproses komputer lainnya di jaringan. Yang termasuk dalam kategori jenis server ini adalah server-server yang menjalankan perangkat lunak yang dibuat khusus untuk program-program tertentu seperti program yang berhubungan dengan fungsi accounting, penjualan, dan lain sebagainya.
12. Streaming Media Server
Server ini melayani servis streaming data media seperti musik, video. Servis ini memungkinkan kita dapat mengakses sebuah konten tanpa kita mendownloadnya terlebih dahulu.
4.)

Cara Membuat Database MySQL dengan Phpmyadmin

Setelah XAMPP di localhost berhasil dijalankan, langkah berikutnya adalah membuat database MySQL.
WordPress menggunakan database MySQL untuk menyimpan seluruh settingan, artikel, dan komentar yang ada di dalam situs web. Karena hal itulah kali ini kita akan membuat 1 buah database MySQL.
Untuk membuat database MySQL, saya menggunakan aplikasi bawaan XAMPP, yakni Phpmyadmin. Phpmyadmin adalah aplikasi GUI (Graphical User Interface) untuk MySQL yang berbasis web, sehingga kita bisa membuat, menghapus, dan melakukan (hampir) semua perintah MySQL melalui tampilan web.
https://www.duniailkom.com/wp-content/plugins/wp-special-textboxes/images/info-b.png
Di duniailkom, saya juga menyediakan tutorial dasar tentang MySQL, tetapi diakses melalui command prompt yang berbasis text/console.
Untuk membuka Phpmyadmin, silahkan klik menu Phpmyadmin pada bagian Tools di halaman awal localhost, seperti gambar dibawah ini:

Selanjutnya akan tampil halaman awal Phpmyadmin. Untuk membuat database baru, klik menu Databases pada bagian kiri atas halaman, seperti gambar dibawah ini:

Di bagian database ini, silahkan masukkan nama database yang ingin dibuat di kolom “Create database”. Anda bebas menggunakan nama database apa saja, dalam contoh ini saya menggunakan nama database: wordpress_db. Saya menambahkan “_db” yang merupakan singkatan dari database. Hal ini hanya sekedar kebiasaan untuk membedakannya dengan variabel lain, dengan membuat wordpress_db, saya bisa langsung mengetahui bahwa ini adalah “database”.
Setelah memberi nama database, kolom isian selanjutnya adalah “Collation”. Collation adalah tatacara atau aturan penyusunan huruf, angka dan karakter dalam tabel database. Anda bisa membiarkan pilihan ‘default’ yang ada: Collation, atau memilih utf8_general_ci.
Dari dokumentasi wordpress di http://codex.wordpress.org/Glossary#Collation, wordpress menyarankan menggunakan collation utf8_general_ci. Silahkan pilih jenis collation ini, kemudian klik tombol “Create” untuk membuat database baru.
5.)
<html>
<head>
<title>Pendaftaran</title>
</head>

<body>
<form method="post">
<table border="0">
<tr>
    <td> Nama Mahasiswa </td>
    <td> : </td>
    <td colspan="7"> <input type="text" name="nama" size="54"/> </td>
</tr>
<tr>
    <td> NIM </td>
    <td> : </td>
    <td colspan="7"> <input type="text" name="nim"/></td>
</tr>
<tr>
    <td> Tempat Lahir </td>
    <td> : </td>
    <td colspan="7"> <input type="text" name="tempat" /></td>
</tr>
<tr>
    <td> Tanggal Lahir </td>
    <td> : </td>
    <td> <input type="text" name="tanggal" size="10"/> </td>
    <td> Bulan </td>
    <td> : </td>
    <td><select name="bulan">
        <option value="1" selected="selected"> Jan </option>
        <option value="2" > Feb </option>
        <option value="3" > Mar </option>
        <option value="4" > Apr </option>
        <option value="5" > Mei </option>
        <option value="6" > Jun </option>
        <option value="7" > Jul </option>
        <option value="8" > Agu </option>
        <option value="9" > Sep </option>
        <option value="10" > Okt </option>
        <option value="11" > Nov </option>
        <option value="12" > Des </option></select></td>
    <td> Tahun </td>
    <td> : </td>
    <td> <input type="text" name="tahun" size="10" /> </td>       
</tr>
<tr>
    <td> Jenis Kelamin </td>
    <td> : </td>
    <td colspan="7"> <select name="kelamin">
                    <option value="1" selected="selected"> - </option>
                    <option value="2"> Laki-Laki </option>
                    <option value="3"> Perempuan </option></select></td>
</tr>
<tr>
    <td> Alamat </td>
    <td> : </td>
    <td colspan="7"><textarea name="alamat" cols="41" rows="7"></textarea></td>
</tr>
<tr>
    <td colspan="9" align="right"><input type="submit" name="submit" value="Simpan" /><input type="reset" name="reset" value="Batal" /></td>
</tr>
</table>
</body>
</html>

<?php
$nama=isset($_POST['nama'])?$_POST['nama']:'';
$nim=isset($_POST['nim'])?$_POST['nim']:'';
$tempat=isset($_POST['tempat'])?$_POST['tempat']:'';
$tanggal=isset($_POST['tanggal'])?$_POST['tanggal']:'';
$bulan=isset($_POST['bulan'])?$_POST['bulan']:'';
$tahun=isset($_POST['tahun'])?$_POST['tahun']:'';
$kelamin=isset($_POST['kelamin'])?$_POST['kelamin']:'';
$alamat=isset($_POST['alamat'])?$_POST['alamat']:'';

if(!empty($nama) and !empty($nim) and !empty($tempat) and !empty($tanggal) and !empty($bulan) and !empty($tahun) and !empty($kelamin) and !empty($alamat))
{
    ?>
<table border="1">
<tr>
    <td> Nama Mahasiswa </td>
    <td> : </td>
    <td colspan="7">
        <?php 
        if (!empty($nama))
            {
                echo $nama ;
            }
        else 
            {   
            echo"<script>alert('Masukkan Nama')</script>";
            }
        ?>
</tr>
<tr>
    <td> NIM </td>
    <td> : </td>
    <td colspan="7"><?php echo $nim ?></td>
</tr>
<tr>
    <td> Tempat Lahir </td>
    <td> : </td>
    <td colspan="7"><?php echo $tempat ?></td>
</tr>
<tr>
    <td> Tanggal Lahir </td>
    <td> : </td>
    <td> <?php echo $tanggal ?> </td>
    <td> Bulan </td>
    <td> : </td>
    <td>
    <?php 
    if($bulan=="1")
        {
            echo "Januari";
        }
    else if($bulan=="2")
        {
            echo "Februari";
        }
    else if($bulan=="3")
        {
            echo "Maret";
        }
    else if($bulan=="4")
        {
            echo "April";
        }
    else if($bulan=="5")
        {
            echo "Mei";
        }
    else if($bulan=="6")
        {
            echo "Juni";
        }
    else if($bulan=="7")
        {
            echo "Juli";
        }
    else if($bulan=="8")
        {
            echo "Agustus";
        }
    else if($bulan=="9")
        {
            echo "September";
        }
    else if($bulan=="10")
        {
            echo "Oktober";
        }
    else if($bulan=="11")
        {
            echo "November";
        }
    else if($bulan=="12")
        {
            echo "Desember";
        }
    else
        {
            echo "Salah";
        }
    ?>
    </td>
    <td> Tahun </td>
    <td> : </td>
    <td> <?php echo $tahun ?> </td>       
</tr>
<tr>
    <td> Jenis Kelamin </td>
    <td> : </td>
    <td colspan="7"><?php echo $kelamin ?></td>
</tr>
<tr>
    <td> Alamat </td>
    <td> : </td>
    <td colspan="7"><?php echo $alamat ?></td>
</tr>
</table>
<?php
}
else
{
    echo"<script>alert('Data Kosong')</script>";
}
?>

<font color="red"><h3>
ZhutharGaming.blogspot.com</h3></font>
6.)
XAMPP adalah singkatan X (Operating System), Apache (Web server), MySQL Database, PHP Bahasa dan PERL. X-OS berarti dapat digunakan untuk setiap sistem operasi. XAMPP mudah digunakan daripada wamp. Dengan cpanel sangat bagus dan baik untuk pemula dan mulai, jeda dan berhenti tombol bekerja sangat baik dengan fungsionalitas. Anda juga dapat menambahkan layanan lainnya untuk xampp.
WAMP adalah singkatan untuk Windows (OS), Apache (web server), MySQL (database), PHP (bahasa). Keuntungan terbaik menggunakan wamp adalah bahwa sangat mudah untuk setup konfigurasi di wamp. Tapi ketika saya mulai menggunakan wamp, beberapa kali aku menghadapi masalah saat menjalankan kode php, mungkin itu adalah masalah pengkodean saya tapi apa lagi. Kebanyakan orang berbicara bahwa wamp tidak baik untuk pemula tetapi saya mengatakan bahwa wamp sangat mudah digunakan dan lebih baik untuk pemula dan pengguna tingkat lanjut.
7.)
            Prototype
 merupakan salah satu metode pengembangan perangat lunak yang banyak digunakan. Dengan metode prototyping ini pengembang dan pelanggan dapat saling berinteraksi selama proses pembuatan sistem.
8.)
           
Layer 1 : Physical Layer

Layer 2 : Data Link Layer

Layer 3 : Network Layer


Layer 4 : Transport Layer

Layer 5 : Session Layer

Layer 6 : Presentation Layer

Layer 7 : Application Layer

9.)
1. Pertama misalkan mau menjalankan Program Perpustakaan berbasis WEB yang ada databasenya, biasanya berekstensi .SQLekstrak dulu file nya. 




2. Setelah itu pilih file databasenya, ingat file-nya yang berformat ".SQL".






3. Selanjutnya koneksikan xampp lalu ke PhpMyAdmin.




4. klik Database di menu PhpMyadmin.





5. Beri nama database sesuai nama database yang difilenya agar sama lalu klik Create, nama disamakan agar memudahkan saat config di koneksi.





6. Setelah itu klik nama Database yang di buat, setelah itu klik import.





7. Pilih file Database, klik Browse.





8. Setelah itu klik Databasepilih yang extensinya ".SQL".





9. Langkah terakhir klik Open, lalu jangan lupa klik Go.



10.)

Alert Box

0 komentar:

Zhuthar Lesson

Mudah mengembangkan aplikasi Gunakan Android Software Development Kit (SDK) Android untuk mengembangkan aplikasi yang memanfaatkan UI ...